‎Kotabaru, Kalsel | KIILASMEDIANEWS – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengikuti Focus Group Discussion (FGD) di ruang Information Center Kantor Bupati Kotabaru, Kamis (13/3/2026). Acara dibuka Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin, AP., M.AP., untuk menggali permasalahan di tingkat masyarakat.

‎Perwakilan AMAN, Sahrianto, menyampaikan tiga isu prioritas yang dihadapi warga Kecamatan Hampang, Kelumpang Hulu, Kelumpang Barat, dan Pamukan Barat.

‎Pertama, tidak tersedianya tempat pembuangan sampah memadai hingga terjadi penumpukan di kawasan Jembatan 2 Hampang yang mengganggu kenyamanan. Kedua, buruknya kualitas air bersih akibat maraknya Penambangan Tanpa Izin (PETI) di bantaran sungai yang mengancam kesehatan warga.

‎Ketiga, infrastruktur jalan rusak parah yang menghubungkan desa dengan ibu kota kecamatan, menyulitkan warga mengangkut hasil perkebunan dan akses berobat.

‎Sahrianto juga meluruskan penyebutan “Masyarakat Hukum Adat” menjadi “Masyarakat Adat” tanpa singkatan, sesuai identitas mereka.

‎”Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Akses sulit ini memberatkan warga dari segi ekonomi dan sosial,” ujarnya.

‎FGD ini diharapkan menjembatani komunikasi masyarakat adat dan pemerintah untuk pembangunan merata di Kotabaru. (MY)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *