Kotabaru, Kalsel | KILASMEDIANEWS – Masyarakat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru menggelar acara adat bewadai pada Rabu (1/4/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Buntar tersebut dimulai pukul 20.00 WITA Rabu malam (1/4) hingga kamis pagi hari pukul 07.00 WITA, dengan suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Acara dipimpin langsung oleh Durabil selaku balian (imam adat) setempat. Diketahui, Durabil juga merupakan Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotabaru.
Bewadai digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas tanaman padi yang mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Pada fase ini, benih padi mulai keluar atau dalam istilah setempat disebut “padi mulai beampar”, yang menjadi tanda awal keberhasilan masa tanam.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 20 kandangan (undangan yang didoakan) dari berbagai dusun sekitar. Sepanjang malam, balian memimpin doa serta rangkaian ritual adat sebagai ungkapan terima kasih kepada alam dan leluhur atas kesuburan lahan pertanian.
Suasana berlangsung khusyuk, sarat nilai spiritual, serta penuh rasa syukur dan kebersamaan. Warga berharap melalui tradisi ini, hasil panen padi nantinya melimpah serta terhindar dari gangguan hama maupun bencana alam.
Tradisi bewadai sendiri merupakan warisan leluhur masyarakat Dayak di wilayah Kelumpang Hulu yang hingga kini masih terus dilestarikan, khususnya dalam siklus pertanian padi ladang. (MY)





